Penjelasan Tentang Asuransi Prudential Syariah

Berbagai perusahaan asuransi bersaing untuk menawarkan program asuransi bagi masyarakat dan perusahaan bisnis. Perkembangan asuransi saat ini di Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat. Seiring waktu, berbagai program Syariah telah dilakukan oleh lembaga keuangan lainnya, banyak perusahaan asuransi sekarang menawarkan program asuransi menurut syariah Islam.

Asuransi Prudential Syariah

Kita tidak akan tahu kejadian seperti apa yang akan kami alami di masa depan. Ketidakpastian ini menimbulkan risiko. Risiko adalah prediksi kerugian yang disebabkan oleh ketidakpastian. Sama seperti kita tidak tahu kapan itu akan menyakiti kita, ketika kita mati, risiko akan datang tanpa kita sadari kapan itu akan terjadi. Dari situ maka dengan adanya asuransi, bisa dipastikan dapat mengurangi risiko atau kerugian finansial yang ditimbulkan jika seseorang mengalami sesuati yang tidak diinginkan.

Dalam Asuransi Prudential syariah disebut “risk sharing”, yang artinya bahwa setiap peserta memiliki hak untuk saling membantu dan menerima bantuan (jika mengalami kejadian yang tidak diinginkan / musibah) tergantung pada jumlah premi yang dibayarkan. Peserta akan melanjutkan dengan asuransi tersebut dengan 2 akad yaitu akad diberikan untuk membayar premi dan dikumpulkan sebagai tabarru dana (mutual aid fund), kontrak keduanya adalah kontrak tijarah yang merupakan kesepakatan antara peserta dengan perusahaan (Prudential syariah) yang akan mengelola Dana Tabarru dengan mendapatkan imbalan atau fee. Dalam prudential syariah, manajemen keuangan dan perusahaan operasi sepenuhnya dikendalikan oleh Dewan Syariah (DPS) untuk mematuhi prinsip dan aturan Islam.

Asuransi adalah mekanisme yang memberikan perlindungan kepada tertanggung jika ada risiko di masa depan. Jika risiko itu nyata, tertanggung akan menerima kompensasi untuk nilai yang disetujui antara penanggung dan tertanggung. Mekanisme perlindungan ini diperlukan dalam dunia bisnis yang berisiko. Secara rasional, para pelaku bisnis akan mempertimbangkan untuk mengurangi risiko yang mereka hadapi. Pada tingkat kehidupan keluarga atau rumah tangga, juga diperlukan asuransi untuk mengurangi masalah ekonomi yang akan dihadapi jika ada anggota keluarga yang berisiko mengalami cacat atau kematian.

Masalah asuransi ini berasal dari konteks sistem kapitalis di mana peran negara harus seminimal mungkin. Hal ini karena Negara berkewajiban untuk menjamin kepuasan kebutuhan dasar setiap individu, dan untuk memastikan kemungkinan masing-masing untuk memenuhi kebutuhan sekunder dan tersier sesuai dengan kemampuannya. Begitu kebutuhan dasar yang harus dijamin oleh negara untuk setiap orang adalah makanan, pakaian dan tempat tinggal. Negara juga diperlukan untuk memastikan pemenuhan kebutuhan kesehatan, pendidikan dan keamanan segera.

Jadi, asuransi pendidikan dan kesehatan untuk perwujudan pendidikan dan perawatan kesehatan oleh negara yang bebas dan memadai untuk setiap orang tidak akan diperlukan. Dalam ketentuan Islam, negara wajib memelihara semua urusan rakyatnya. Di antara pemeliharaan urusan rakyat, Negara menyediakan bantuan yang diperlukan untuk pengelolaan urusan, baik dengan modal, sarana, informasi atau sebaliknya. Jika hal semacam itu diterapkan, maka berbagai jenis asuransi tidak menjadi sesuatu yang penting di tengah masyarakat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *